Banyak pihak yang menyamakan kasus mahasiswa S2 Universitas Gajah
Mada (UGM), Florence Sihombing dengan pemilik akun @kemalsept. Publik di
media sosial pun menyebut @kemalsept sebagai kasus Florence Jilid II.
Berikut ini merupakan beberapa persamaan antara Florence dengan pemilik akun @kemalsept:
1. Ekspresi kemarahan di media sosial
Kehebohan yang dimunculkan baik dari Florence maupun akun @kemalsept
memang berawal dari ekspresi kemarahan berupa cacian dan makian di
jejaring media sosial. Florence dapat disebut sebagai menjadi inisiator
yang kasusnya lebih dulu mencuat di ranah hukum. Belakangan pemilik akun
@kemalsept juga 'mengikuti' jejak Florence dengan mengekspresikan
kemarahannya di media sosial.
2. Dikecam masyarakat
Baik ulah dari Florence dan @kemalsept menimbulkan kecaman dari
masyarakat. Masyarakat Yogyakarta mengecam kata-kata kotor yang
diucapkan Florence hingga ada LSM di Yogyakarta yang melaporkannya ke
kepolisian, sedangkan @kemalsept dikecam masyarakat Bandung hingga
menimbulkan kemarahan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil
3. Kasusnya diproses secara hukum
Kasus yang menjerat Florence dan @kemalsept juga ikut menyentuh ranah
hukum. Florence dilaporkan LSM di Yogyakarta terkait kemarahan Florence
yang memaki warga Yogyakarta. Polisi juga langsung melakukan penahanan
meski kemudian pihak UGM mengajukan penundaan penahanan. Sedangkan
@kemalsept dilaporkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil karena ikut
menghina dalam kemarahan pemilik akun tersebut di Twitter.
Perbedaan antara Florence dan @kemalsept:
1. Media yang digunakan
Dalam melampiaskan kemarahannya, Florence dan @kemalsept menggunakan
media sosial yang berbeda. Florence menggunakan Path yang kemudian di-capture serta disebarluaskan salah satu temannya. @kemalsept mengucapkan sumpah serapahnya di Twitter.
2. Sasaran kemarahan
Florence lebih dulu menuai kecaman masyarakat, khususnya warga
Yogyakarta. Dalam kemaranhan Florence memaki warga Yogyakarta, salah
satunya dengan menyebut warga daerah ini tidak berbudaya. @kemalsept
memaki warga Bandung dengan salah satunya menyebut warga Bandung menjadi
pusat wanita tuna susila (WTS).
3. Penyebab kemarahan
Kemarahan Florence disebabkan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di
SPBU. Sedangkan kemarahan @kemalsept diduga terkait tidak lolosnya
Persija ke babak 8 besar ISL. Sedangkan klub sepakbola di Bandung,
yaitu Persib dan PBR lolos.
4. Keberadaannya
Sejak awal mencuatnya kemarahan Florence, publik sudah melacak bahwa
Florence merupakan mahasiswa S2 di Fakultas Hukum UGM. Identitas yang
jelas membuat pihak kepolisian langsung melakukan penahanan meski
kemudian diajukan penundaan penahanannya oleh pihak UGM.
Sementara itu, pemilik akun @kemalsept masih misterius. Awalnya kabar
menyebutkan pemilik akun ini merupakan mahasiswa di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Namun kemudian pihak universitas
membantahnya.
sumber:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/09/07/nbipjw-ini-persamaan-dan-perbedaan-florence-dengan-kemalsept

Tidak ada komentar:
Posting Komentar